Temukan Kami Di facebook

PENGUNJUNG

Sebuah Kisah Mengharukan, "Jangan Cintai Suamiku" untuk Di Renungkan

Mesothelioma is a form of cancer which occurs in thin membranes (called the mesothelium) lining the chest, lungs, abdomen and sometimes the heart. Although quite rare, mesothelioma symptoms strike more than 200 people each year in the United States. The majority of mesothelioma cases are directly linked to asbestos exposure. Because of the long latency period of mesothelioma, the average age of patients is between 50 and 70 years. Mesothelioma affects men most due to the high exposure of asbestos in industrial typed jobs. Mesothelioma symptoms include respiratory problems, shortness of breath, continual cough and pneumonia. Other mesothelioma symptoms include weight loss, abdominal problems and swelling. In some mesothelioma patients, the mesothelioma symptoms are quite muted, making it hard for mesothelioma doctors to diagnose. Mesothelioma doctors specialize in the study, research, and treatments of Mesothelioma cancers. Mesothelioma (or the cancer of the mesothelium) is a disease in which cells become abnormal and replicate without control. During Mesothelioma, these cells will invade and damage tissues and organs. Mesothelioma cancer cells can spread throughout the body causing death. Mesothelioma treatments and Mesothelioma clinical trials and tests There are many mesothelioma treatment options available. Treatments include surgery, radiation therapy and chemotherapy and the mesothelioma treatment depends on the patient’s age, general health and stage of the cancer. There has been much mesothelioma research conducted throughout the past two years to find new treatment methods. Click here to read more about mesothelioma treatment techniques. Through mesothelioma research, The National Cancer Institute has sponsored mesothelioma tests and clinical trials that are designed to find new treatment methods. Because of the increase in number of mesothelioma cases in the United States, both governments have increased funding for mesothelioma research. Mesothelioma research and clinical trials have been successful in developing new techniques to fight this cancer and the outlook for more advanced mesothelioma treatments is promising. Surgery is the most common treatment method for malignant mesothelioma. Tissues and linings affected by mesothelioma are removed by the doctor and may include the lung or even diaphragm. A second mesothelioma treatment method is radiation therapy through the use of high energy x-rays that kill the cancer cells. Radiation therapy can be outside or inside the body. A third mesothelioma treatment method is chemotherapy. Through pills or drugs through needles, chemotherapy drugs are used to kill cancer cells. A new mesothelioma treatment method is called intraoperative photodynamic therapy. In this treatment, light and drugs are used to kill cancer cells during surgery for early stages of mesothelioma in the chest. Although there are numerous treatments and drugs for mesothelioma, doctors are losing the battle against this deadly disease. Most mesothelioma treatments involve old techniques combined with different drug cocktails. However, in most cases, these mesothelioma treatments have many side effects including organ damage, nausea, increase in heart failure etc. The rush to find a more effective mesothelioma treatment or even cure is ongoing at numerous clinical labs across the nation. Let's hope that the mesothelioma treatments will one day erradicate mesothelioma cancer and asbestosis. With an abundance of information on the Internet, Mesothelioma Cancer and Asbestos ([http://www.mesothelioma-cancer-and-asbestos.com]) has consolidated the most important issues surrounding Mesothelioma, Mesothelioma doctors and symptoms, Mesothelioma treatment, Mesothelioma research and tests. At [http://www.mesothelioma-cancer-and-asbestos.com], the website contains useful resources on Mesothelioma lawyers and attorneys, as well as causes by asbestos exposure, asbestos removal, asbestos attorneys and lawsuits, and asbestos cancer. Patients stricken by Mesothelioma and their families require support and current information. Mesothelioma Online Resources hopes to educate and give hope to survivors and victims. Mesothelioma is such a harsh disease. Not only does it take years for symptoms to appear, but there are limited treatements and drugs that will prolong the lives of workers stricken with mesothelioma. In many cases, the death rate of mesothelioma is unfortunately very high. However, with increased funding in mesothelioma research through the government and private grants, the outlook for a mesothelioma cure is quite possible. In the meantime, mesothelioma support groups and local discussions provide the ongoing support for mesothelioma patients. Mesothelioma Cancer and Asbestos ([http://www.mesothelioma-cancer-and-asbestos.com])is your source for mesothelioma and asbestos information, treatments, clinical trials, attorneys, support groups and lawyers. About the website: Michael Kenneth is a successful Internet Publisher and has researched and written on many topics for [http://www.mesothelioma-cancer-and-asbestos.com] - your complete source for mesothelioma information, mesothelioma attorneys and lawyers, mesothelioma treatments and research, asbestos exposure and removal, asbestos attorneys and legislation as well as asbestos cancer.
Loading...
Mata wanita itu berkaca-kaca, sembari menggenggam tangannya di dada, lalu membuang pandangan ke arah lain dengan tatap nanar.

sumber : ahwatindonesia.com

Malam itu.
Entah mengapa, aku begitu ingin tahu kisah rumah tangga wanita yang sering kupanggil Bu Ratih. Beliau salah satu anggota pengajian di komplek tempat kami tinggal.
Saat menyambangi Bu Ratih untuk pergi bersama ke hajatan yang diselenggarakan salah satu tetangga. Aku melihat, anak sulung beliau yang sudah ABG melongok dari balik pintu.
Seketika itu juga, pikiranku melayang, wanita ini pasti sudah belasan tahun berumah tangga. Benakku.
Tiba di tempat hajatan.
Kudekati beliau, sengaja duduk berdampingan, agar aku bisa menguak misteri yang mengganggu pikiran.
Aku berniat, ingin menulis kisah hidup wanita ini walaupun tak banyak.
Perlahan aku berbisik,
“Bu Ratih, anaknya umur berapa?”
“Yang mana?”
“Tadi … yang sulung.”
“Oh, tujuh belas tahun, ngape emang?”
“Hmm … enggak, mau tahu aja, mau ngitung … sudah berapa tahun Bu Ratih menikah.”
“Ah, sudah lama. Ya…, seumuran yang sulung. Emang buat apa ngitung tahun pernikahanku segala. Hahaha!”
Bu Ratih tertawa, tampak gigi beliau yang putih rapi. Rona merah di wajahnya yang entah karena tersipu, atau merona karena cream wajah yang banyak dipakai oleh ibu-ibu masa kini. Entahlah, yang jelas aku melihat gambaran bahagia di wajah itu.
“Nggak papa. Mau tahu aja.”
“Iya, sudah belasan tahun, Mama Luthfi.”
“Mashaallah! Hebat ya Bu Ratih.”
“Hebat apanya?”
“Ya hebat aja. Saya yang baru lima tahun menikah, sudah banyak banget cobaannya. Apalagi Bu Ratih yang sudah belasan tahun.”
Sengaja kupancing beliau dengan sedikit pujian, agar wanita bertubuh gemuk itu tak merasa risih dan canggung.
“Ah, kalo itu sih jangan ditanya!”
Tiba-tiba wajah yang tadinya merona berubah sendu. Dan wanita yang sering kugoda ini pun memulai kisah hidup dan liku perjalanan rumah tangganya tanpa harus kuminta dua kali.
“Aku nikah muda, Mama Luthfi. Sekarang umurku sudah tiga puluh dua tahun. Banyak sekali masalah rumah tangga yang kualami, dan menyakiti perasaan. Salah satunya orang ketiga.”
“Orang ketiga?! Maksud Bu Ratih, bapak…,”
Tak kulanjutkan kalimat, menghargai perasaan wanita yang kian redup rona wajahnya setelah kusentil sedikit masalah yang ia sebut-sebut sebagai orang ketiga.
“Iya. Bapak selingkuh.”
“Bu Ratih tahu darimana?”
“Aku merasa. Aku merasa! Mama Luthfi! Aku ini istrinya! Mustahil aku tidak tahu apa yang suamiku lakukan. Walaupun dia tidak memberitahuku, aku merasa seperti ada yang ganjil dengannya!”
Aku diam. Membiarkan ibu beranak dua itu larut dalam kisahnya.
Geram. Itulah satu kata yang bisa kutafsirkan dari wajah wanita bermata sipit ini. Terlihat dari cara bicara yang menggebu-gebu seraya menepuk-nepuk dadanya.
“Awalnya aku sering melihat bapak senyum-senyum kalau baca SMS. Trus pas tengah hari, kami sedang tidur siang, bapak dapat SMS, tiba-tiba keluar, mau beli pulsa. Khan aneh, lagi tidur, panas terik, mau beli pulsa.”
“Loh, emang kenapa, Bu? Beli pulsa khan, biasa?” sahutku memastikan.
“Bukan begitu Mama Luthfi…. Beli pulsa kadang siang kadang malam. Setiap hari beli pulsa. Janggal. Lama-lama aku curiga, kubuka handphone-nya pas dia mandi. Aku baca, SMS dari perempuan, minta kirimin pulsa. Mantan pacarnya waktu sekolah dulu. Habis itu aku diam. Pura-pura nggak tahu apa-apa. Padahal hatiku tidak karuan. ‘Awassss kamu yaaaaa!’, dalam hatiku. Nomor HP wanita itu kucatat di kertas. Ku telpon, kumarahin!”
Bu Ratih bicara sambil menggeretakkan gigi serinya. Menahan amarah.
“Bapak tahu kalau Bu Ratih menelpon wanita itu?”
“Bapak belum tahu awalnya.”
“Trus, Bu Ratih ngomong apalagi sama wanita itu?”
“Kumaki-maki dia, aku bilang, ‘kamu kalau mau sama laki orang mikir! Laki kamu mana? Kenapa ganggu laki orang?’, eh… dia marah Mama Luthfi sama aku. Dikata-katainya aku wanita tidak berpendidikan. Aku jawab aja, ‘iya, nggak papa aku tidak berpendidikan, tapi coba kamu bandingkan, berpendidikan mana aku sama kamu? Biarpun aku tak berpendidikan, aku tidak mengganggu rumah tangga orang’, diam dia Mama Luthfi habis kugituin.”
“Memang dia sarjana, Bu?”
“Enggak, sama kayak aku, lulus SMA juga. Dia bilang aku yang nggak bisa jaga suami. Aneh, kenapa dia yang marah, harusnya khan aku yang marah, ya?
Sudah tahu begitu, aku semprot langsung suamiku.
“Pak, kenapa Bapak bohong? Selama ini bapak bilang ngisi pulsa teman, padahal bapak ngisi pulsa wanita itu! Iya, khan?!”
Suamiku nggak mau mengaku, Mama Luthfi. Katanya, cuma teman biasa. Teman biasa apanya, mereka sering telpon-telponan tengah malam. Aku tahu, tapi kutahan. Diam dulu. Dan wanita itu sudah bersuami, Mama Luthfi. Anaknya satu. Dia ketemu suamiku pas reuni sekolah ceritanya.”
“Ooh, jadi berawal dari reunian?”
“Iya!”
“Kejadian itu tahun kapan, Bu Ratih?”
“Tahun 2013.”
“Pas rumah tangga Bu Ratih umur tiga belas tahun berarti, ya?”
“Sekarang 2016, ya? Iya, benar. Pas usia pernikahan kami yang ke tiga belas.”
“Apa yang Bu Ratih rasakan saat itu?”
Kuusap-usap bahu beliau dengan tatap penuh iba kulihat jari lentik itu mengusap pelan ujung kelopak matanya.
“Sakiiiit…. Mama Luthfi! Sakiiiit… sekali!”
Mata wanita itu berkaca-kaca, sembari menggenggam tangannya di dada, lalu membuang pandangan ke arah lain dengan tatap nanar.
Beberapa menit kemudian Bu Ratih tersenyum. Senyum terpaksa, sangat tampak ada luka yang menyelimuti.
Getir hati Bu Ratih dapat kurasakan. Karena aku juga seorang istri. Meskipun, aku tidak pernah mengalami hal serupa. Tapi, istri mana yang bisa menerima saat tahu suaminya berkhianat?
“Pulangkan aku ke abangku sekarang juga!” Bu Ratih melanjutkan kisahnya. ” Tapi dia tidak mau Mama Luthfi, sampai akhirnya, aku mengancam, kalau mereka masih berhubungan, aku minta cerai. Alhamdulillah, sampai saat ini bapak berhenti menghubungi wanita itu. Setelah kusuruh ganti nomor HP.”
Ibu berhijab warna hitam itu membuang kembali padangannya. “Itu adalah kisah paling pahit dalam rumah tanggaku, Mama Luthfi. Sejak saat itu, aku tidak percaya lagi pada suamiku. Tidak percaya sedikit pun.”
“Mashaallah…. Bu Ratih hebat ya. Sabar sekali. Benar-benar tangguh,” ucapku lirih, agar tak terdengar oleh ibu-ibu yang lain.
“Wanita itu tidak tahu bagaimana rasanya merintis usaha dan rumah tangga dari nol. Setelah kami enak begini, dia datang mau merusak rumah tangga orang. Katanya mau cerai sama suaminya. Ya, itu urusannya, kenapa mau merusak rumah tangga kami? Aku susah senang dari bapak belum jadi apa-apa sampai seperti ini, masa setelah enak, dia datang. Kenapa dulu pas masih susah nggak datang? Mau enaknya aja. Itu yang membuatku nyesek, Mama Luthfi. Kenapa bapak tega. Apa bapak lupa, bagaimana dulu kami susah bersama?”
Speechless. Aku tak mampu berkata apa-apa lagi. Suara pemimpin pengajian di hajatan yang kami kunjungi terdengar jelas, pertanda pengajian akan segera dimulai.
Sebelum menutup perbincangan singkat malam itu, aku berbisik pelan di telinga Bu Ratih,
“Bu, boleh tidak saya menulis kisah rumah tangga Bu Ratih? Saya tertarik. Saya salut. Bu Ratih hebat. Nanti kita lanjutkan ya, Bu. Kapan-kapan saya main ke rumah Ibu kalau ada waktu. Sepertinya, saya harus belajar banyak juga nih dari Bu Ratih,” selorohku.
Wanita berwajah bulat dan imut itu pun hanya membalas dengan senyum. Apakah senyum kemenangan atas kekuatannya dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Atau sebuah senyum perwakilan dari getir hati yang pernah terluka akibat dusta?
Entahlah.
Malam itu….
Adalah malam yang gelap ditutupi awan mendung, malam yang tak tampak bintang satu pun. Menjadi malam yang cukup membuatku bertanya;
Mengapa, lelaki mapan yang sudah beristri, selalu menjadi idaman wanita selain istrinya?
Bukankah banyak yang mengatakan; Hanya wanita yang mampu memahami perasaan wanita?

sumber : (pelangimuslim)
Loading...
web hosting surabaya cpanel web hosting beli web hosting daftar domain membuat web hosting jakarta web hosting wordpress hosting indonesia indo web hosting web hosting termurah hosting indonesia gratis singapore hosting sewa web hosting hosting tangguh buy hosting vps hosting indonesia web hosting indonesia terbaik web hosting indonesia gratis web hosting terbaik hosting web beli domain dan hosting murah web hosting murah beli hosting murah daftar web hosting shared hosting murah web hosting murah unlimited web hosting indonesia web hosting terbaik indonesia hosting murah unlimited review hosting indonesia 70 Rp 2.03 0.47 web hosting terbaik di indonesia 90 Rp 1.96 0.46 hosting terbaik 1600 Rp 1.91 0.42 sewa hosting murah 30 Rp 1.9 0.79 hosting indonesia terbaik 390 Rp 1.89 0.4 paket hosting murah 40 Rp 1.87 0.96 vps hosting murah 30 Rp 1.85 0.97 jasa web hosting 30 Rp 1.78 0.73 hosting terbaik indonesia 880 Rp 1.77 0.44 web hosting murah indonesia 70 Rp 1.77 0.71 best hosting indonesia 90 Rp 1.7 0.62 hosting murah 5400 Rp 1.7 0.93 domain id 1000 Rp 1.69 0.45 hosting cpanel 110 Rp 1.69 0.61 hosting dan domain 210 Rp 1.66 0.64 hosting free 880 Rp 1.66 0.64 top 10 web hosting indonesia 50 Rp 1.64 0.67 bisnis hosting 50 Rp 1.63 0.43 jual domain murah 210 Rp 1.62 0.89 web hosting gratis 2900 Rp 1.62 0.55 beli domain dan hosting 590 Rp 1.6 0.68 domain hosting indonesia 50 Rp 1.6 0.82 beli hosting 390 Rp 1.58 0.72 bisnis web hosting 20 Rp 1.57 0.73 email hosting indonesia 260 Rp 1.56 0.46 membuat server hosting sendiri 70 Rp 1.52 0.16 free hosting and domain 480 Rp 1.51 0.64 harga domain 880 Rp 1.49 0.51 telkom hosting 90 Rp 1.49 0.1 hosting indonesia murah 90 Rp 1.46 0.88 hosting terbaik di indonesia 210 Rp 1.46 0.5 cara hosting web 480 Rp 1.44 0.38 unlimited hosting 140 Rp 1.44 0.92 biznet hosting 140 Rp 1.42 0.22 unlimited hosting indonesia 50 Rp 1.42 0.88 top hosting indonesia 30 Rp 1.41 0.58 hosting yang bagus 50 Rp 1.4 0.48 asian brain hosting 40 Rp 1.39 0.19 domain dan hosting murah 170 Rp 1.39 0.94 domain hosting murah 320 Rp 1.37 0.63 cara beli domain 320 Rp 1.35 0.48 beli domain murah 880 Rp 1.34 0.72 plasa hosting 260 Rp 1.34 0.15 hosting murah indonesia jagoan hosting surabaya jual domain hosting server indonesia cara pindah hosting pasarhosting sewa domain webhost cpanel hosting hosting murah berkualitas domain dan hosting harga hosting membuat server hosting daftar hosting harga hosting dan domain windows hosting indonesia jasa hosting terbaik jasa hosting murah hosting indonesia domain paling murah hosting termurah indonesia pengertian domain dan hosting hosting gratis terbaik domain dan hosting gratis

ads